๐ Latihan Penalaran Induktif โ
Apa itu Penalaran Induktif?
Berbeda dengan deduktif yang "pasti", penalaran induktif berkaitan dengan peluang (probabilitas). Tugas Anda adalah mencari kesimpulan yang PALING MUNGKIN BENAR berdasarkan data atau fakta yang disajikan, bukan mencari kebenaran mutlak matematika.
Bagian 1: Analisis Sebab-Akibat (Kausalitas) โ
Bacalah teks berikut dengan saksama!
๐ Stimulus: Fenomena Gunung Berapi
Gunung berapi menyimpan berbagai material seperti batuan cair, puing-puing, dan gas. Gunung yang akan meletus biasanya mengalami kenaikan suhu di sekitarnya. Selain itu, terdapat ciri-ciri lain seperti keringnya mata air, suara gemuruh, dan migrasi hewan di sekitar gunung.
Soal 1 โ
Berdasarkan teks di atas, apabila di suatu gunung berapi terjadi kekeringan mata air, terdengar suara gemuruh, dan terjadi migrasi hewan di sekitar gunung, manakah simpulan yang PALING MUNGKIN benar?
- A. Gunung tersebut pernah meletus.
- B. Gunung tersebut sedang meletus.
- C. Gunung tersebut telah meletus.
- D. Gunung tersebut akan meletus.
- E. Gunung tersebut baru saja meletus.
๐ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban Benar: D (Gunung tersebut akan meletus)
Pembahasan:
- Premis: Teks menyatakan "Gunung yang akan meletus biasanya... terdapat ciri-ciri lain seperti keringnya mata air, suara gemuruh, dan migrasi hewan".
- Observasi: Terjadi kekeringan mata air, suara gemuruh, dan migrasi hewan.
- Kesimpulan Induktif: Tanda-tanda tersebut adalah indikator prekursor (awalan), sehingga kesimpulan yang paling logis adalah gunung tersebut akan meletus (prediksi masa depan), bukan sedang atau sudah.
Bagian 2: Interpretasi Data & Tren โ
Perhatikan data pada tabel berikut!
๐ Tabel: Jumlah Penduduk (dalam juta)
| Wilayah | 1990 | 1995 | 2000 | 2005 |
|---|---|---|---|---|
| 1. Jawa dan Madura | 107,6 | 114,7 | 121,3 | 128,5 |
| 2. Sumatra | 36,5 | 40,8 | 42,5 | 46,0 |
| 3. Kalimantan | 9,1 | 10,5 | 11,3 | 12,1 |
Sumber data: RTO-2FURKP2
Soal 2 โ
Berdasarkan tabel di atas, berapa persen kenaikan jumlah penduduk di Pulau Kalimantan dari tahun 2000 ke tahun 2005?
- A. 5,5%
- B. 6,5%
- C. 7,1%
- D. 20,7%
- E. 22,7%
๐ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban Benar: C (7,1% - Approximation)
Pembahasan:
- Penduduk tahun 2000 =
juta. - Penduduk tahun 2005 =
juta. - Selisih kenaikan =
juta. - Persentase kenaikan:
- Angka yang paling mendekati adalah 7,1% (Meskipun opsi di soal asli mungkin membulatkan atau menggunakan data pembanding teks, secara matematis murni dari tabel adalah sekitar 7%).
Catatan: Jika merujuk pada teks pendukung soal asli, disebutkan persentase penduduk Kalimantan naik dari 5,5% menjadi 6,5% (ini adalah persentase terhadap total populasi, bukan growth rate). Namun, jika soal meminta "kenaikan jumlah", maka hitungan di atas yang berlaku.
Soal 3 โ
Berdasarkan tabel di atas, pada rentang tahun berapakah jumlah penduduk di Pulau Sumatra mengalami kenaikan yang paling signifikan (terbesar secara jumlah)?
- A. 1990 hingga 1995
- B. 1995 hingga 2000
- C. 2000 hingga 2005
- D. Semua rentang tahun menunjukkan peningkatan yang stabil
- E. Tidak dapat disimpulkan
๐ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban Benar: A (1990 hingga 1995)
Analisis Data:
- 1990 - 1995:
juta. - 1995 - 2000:
juta. - 2000 - 2005:
juta.
Kesimpulan: Kenaikan terbesar (signifikan) terjadi pada periode pertama, yaitu 1990 hingga 1995 dengan penambahan 4,3 juta jiwa.
Bagian 3: Generalisasi & Anomali (Paradoks) โ
Bacalah teks berikut!
๐ Kasus: Anggaran vs Kemiskinan
Pengentasan penduduk miskin di Indonesia makin lambat. Padahal volume anggaran pemerintah (APBN) meningkat lebih dari empat kali lipat selama delapan tahun terakhir (2004-2012).
- Data: Anggaran naik dari Rp 374 triliun menjadi Rp 1.548 triliun.
- Fakta: Perlambatan penurunan kemiskinan disebabkan tidak adanya keberpihakan pembangunan ke desa dan sektor pertanian. Padahal, 71,3% rumah tangga miskin ada di pedesaan.
Soal 4 โ
Berdasarkan teks, jika pengentasan penduduk miskin makin lambat padahal anggaran meningkat drastis, manakah simpulan yang BENAR mengenai penyebab utamanya?
- A. Anggaran APBN sebenarnya menurun jika disesuaikan inflasi.
- B. Penduduk miskin menolak bantuan pemerintah.
- C. Program pemerintah tidak menjawab tantangan fundamental (lapangan kerja & fokus pertanian).
- D. Jumlah penduduk miskin di kota jauh lebih banyak daripada di desa.
- E. Anggaran hanya dialokasikan untuk sektor pendidikan.
๐ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
- Teks secara eksplisit menyatakan kontradiksi (paradoks): Anggaran naik, tapi kemiskinan turun lambat.
- Teks menjelaskan alasannya: "...disebabkan, antara lain, tidak ada keberpihakan pembangunan ke desa dan sektor pertanian" dan "...program pemerintah tidak menjawab tantangan fundamental kemiskinan, yaitu bagaimana menciptakan lapangan kerja".
- Opsi C adalah simpulan induktif yang merangkum penyebab kegagalan korelasi antara anggaran dan hasil.
Bagian 4: Prediksi Tren Grafik โ
Perhatikan grafik Indeks Letusan (VEI) berikut!
๐ Grafik Tren VEI

- Tahun 1994: VEI 2
- Tahun 2001: VEI 2
- Tahun 2010: VEI 4 (Lonjakan Tinggi)
- Pola sebelumnya: Sering kembali ke angka 2 setelah lonjakan, atau istirahat 3-5 tahun.
Soal 5 โ
Berdasarkan pola data historis Gunung Merapi (di mana erupsi besar sering diikuti masa istirahat), apa yang PALING MUNGKIN terjadi pada nilai VEI beberapa tahun setelah letusan besar tahun 2010?
- A. VEI akan tetap di angka 4 terus menerus.
- B. VEI akan langsung naik ke angka 5.
- C. VEI kemungkinan akan turun (kembali ke skala kecil/istirahat).
- D. Gunung akan meletus setiap bulan.
- E. Tidak akan pernah meletus lagi.
๐ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
- Pola Induktif: Teks menyebutkan "setiap kali Gunung Merapi mengalami erupsi akan diikuti masa istirahat sekitar 3-5 tahun".
- Grafik menunjukkan lonjakan ekstrem di 2010 (VEI 4).
- Berdasarkan siklus alamiah yang disebutkan (pola erupsi-istirahat), prediksi yang paling mungkin secara ilmiah (induktif) adalah aktivitas akan menurun (istirahat) atau kembali ke indeks rendah setelah pelepasan energi besar tersebut.